Kamis, 28 Juni 2007

Liverpool Gaet Kiper Bulgaria


Liverpool - Akan hengkangnya Jerzy Dudek membuat Liverpool perlu tambahan penjaga gawang. Sosok yang kemudian terpilih adalah remaja 19 tahun, anak mantan kiper internasional Bulgaria.

Nama pemain tersebut adalah Nikolay Mihaylov, yang direkrut dari klub juara Bulgaria Levski Sofia. Ia dikontrak tiga tahun dengan opsi tambahan dua tahun.

"Saya tak bisa berkata-kata. Ini momen terbesar dalam hidupku," ungkap Mihaylov kepada situs olahraga negaranya www.sportal.bg setelah lulus tes kesehatan di Liverpool, Rabu (27/6/2007).

Mihaylov adalah kiper timnas Bulgaria U-21, yang pernah tampil di level senior saat negaranya kalah 1-5 dari Skotlandia di turnamen Piala Kirin di Jepang bulan Mei lalu.

Ia adalah anak Borislav Mihaylov, eks kapten dan kiper timnas yang membawa Bulgaria finis di urutan keempat Piala Dunia 1994. Mihaylov senior saat ini adalah presiden Uni Sepakbola Bulgaria.

Direkrutnya Mihaylov oleh Liverpool dikarenakan Dudek akan free transfer per Juli nanti. Status kiper pertama masih disandang Pepe Reina, sedangkan pelapisnya adalah Scott Carsson, yang musim lalu dipinjamkan ke Charlton Athletic.

Sumber : DetikSport.Com
READ MORE - Liverpool Gaet Kiper Bulgaria

Sepuluh Persen Ganjal Torres ke Liverpool


Liverpool - Liverpool kian dekat untuk menggaet Fernando Torres dari Atletico Madrid yang juga sudah membuka pintu kesepakatan. Namun masih ada ganjalan sepuluh persen.

The Reds disebut-sebut telah siap merogoh kocek dalam-dalam, sekaligus memecahkan rekor transfer mereka demi menebus Torres dengan harga 25 juta pounds atau sekitar Rp 448 miliar.

Namun pada prosesnya, hal tersebut masih terkendala klausul kontrak pemain 23 tahun itu, yang menyebutkan kalau dirinya berhak atas sepuluh persen dari harga transfer dirinya.

Masalahnya, Atletico bersikeras sang peminat harus menambah sepuluh persen dari harga kesepakatan atau sekitar 2,5 juta pounds. Sebaliknya Liverpool merasa persenan itu harusnya sudah termasuk ke dalam harga paket 25 juta pounds yang siap digelontorkannya buat Torres.

Kubu Atletico sendiri sudah mengaku siap melepas sang kapten dengan catatan menemukan kecocokan harga dengan klub peminat.

"Setiap pemain memiliki harga dan kalau mereka sanggup memenuhi harga yang kami minta maka kami tidak bisa menahan Torres. Namun saat ini belum ada kesepakatan mengenai Torres dengan klub lain," sebut Presiden Atletico, Enrique Cerezo seperti dilansir The Sun, Kamis (28/6/2007).

Sumber : DetikSport.Com
READ MORE - Sepuluh Persen Ganjal Torres ke Liverpool

Klose Masuk, Makaay Hengkang


Munich - Masuknya Miroslav Klose berimplikasi pada masa depan Roy Makaay di Bayern Munich. Sangat mungkin striker Belanda itu akan hengkang ke klub lain.

Ya, masuknya Klose membuat barisan depan Bayern bertambah 'gemuk'. Selain striker utama Der Panzer Jerman itu, FC Hollywood juga sudah diisi Luca Toni, Lukas Podolski, Jan Schlaudraff dan Roque Santa Cruz.

Praktis beberapa pemain akan didepak untuk mengefektifkan tim. Untuk saat ini yang paling santer diberitakan adalah Makaay.

Tak ada sangkalan dari kubu Bayern mengenai kabar ini. Malah bos Bayern Karl-Heinz Rummenigge mengaku bahwa pihaknya sudah banyak menerima tawaran untuk striker gaek-nya itu.

"Banyak tawaran datang untuk Makaay," tukas Rummenigge seperti dikutip Eurosport.

Dan melihat Makaay masih memiliki daya tarik, pihak Bayern pun sedikit jual mahal. Bandrol harga pun dipasang, meski tidak menyebutkan nilai pasti.

Sayang Makaay sendiri enggan meneruskan karirnya di Bundesliga. Alhasil peluang tim-tim Jerman untuk merekrutnya pun praktis tertutup.

"Dia mengungkapkan hanya ingin melanjutkan kiprahnya sebagai pesepakbola di Belanda atas Spanyol ketika pergi dari Bayern," tutur direktur olahraga Werder Bremen, Klaus Allofs.

Sumber : DetikSport.Com
READ MORE - Klose Masuk, Makaay Hengkang

Capello Dipecat Hari Ini


Spanyol - Sukses mengantar Real Madrid juara La Liga Primera musim 2006/07 tidak otomatis membuat Fabio Capello langgeng di Santiago Bernabeu. Pemecatannya bahkan disebut sudah dalam hitungan jam!

Nasib Capello bakal segera ditentukan dalam rapat direksi Real yang akan dilangsungkan hari ini, Kamis (28/6/2007) waktu setempat. Sebelumnya rapat serupa diagendakan pada awal pekan ini namun tertunda karena selebrasi Los Blancos setelah memastikan gelar juara liga.

Media Spanyol pun gencar memberitakan kalau rapat tersebut sangat mungkin berakhir dengan pemutusan kerjasama dengan Capello. Harian As bahkan melansir Don Capello tidak mungkin selamat dari pemecatan.

Sebuah sumber di kubu El Real turut mengamini spekulasi tersebut. Dia mengaku kalau sebuah dokumen Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK juga sudah disiapkan.

"Dokumen yang akan memutuskan hubungan dengan Capello sudah siap dan sekarang tinggal menunggu pengesahan saja. Sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi pertimbangan," ujar sumber itu seperti dikutip Supersoccer.

Meski pemecatan Capello tampaknya sudah nyaris pasti, masih ada beberapa masalah yang belum tuntas. Real disebutkan hanya bersedia membayar kompensasi PHK sebesar 8 juta dollar buat Capello, sedangkan pelatih Italia itu menginginkan jumlah dua kali lipat.
READ MORE - Capello Dipecat Hari Ini

Rabu, 27 Juni 2007


London - Salah satu yang paling susah dalam sepakbola -- atau mungkin ini refleksi dari kehidupan -- bukanlah meraih sukses melainkan menjaganya.

Terlalu banyak contoh dalam dunia sepakbola di mana satu klub memeteor dalam waktu yang cepat tapi kemudian hancur berkeping-keping tidak lama sesudahnya. Mereka terbakar oleh ambisi sendiri atau saling berebut rejeki kesuksesan sehingga lupa bahwa kesuksesan harus dipupuk supaya terus subur.

Arsenal bukanlah salah satu klub yang seperti itu. Sejak mereka menjadi salah satu kekuatan dominan dalam persepakbolaan Inggris di tahun 1930-an, mereka selalu bisa menjaga tradisi itu hingga sekarang.

Tetapi kini mereka betul-betul sedang menghadapi ujian.

Kepergian maskot enigmatik mereka, Thierry Henry, mengorek retak yang menganga di dalam klub bola London Utara yang selama ini tidak pernah diketahui oleh orang luar.

Kepergiannya, seperti diakui oleh Henry sendiri, bukanlah kepergian biasa tetapi dipicu akan kekhawatiran ambruknya klub berlogo meriam itu. Ia hengkang sebelum kapal karam.

Pertanyaannya: bagaimana mungkin Henry pergi ketika ia dilihat sebagai salah satu pilar kontinuitas kesuksesan klub? Bukankah ia personifikasi kesuksesan di lapangan? Bukankah ia yang akan menjadi katalisator generasi baru bintang Arsenal? Sedemikian parahkah retak didalam?

Jawaban dari sekian banyak pertanyaan ini mungkin "ya" semuanya. Selama 10 tahun terakhir kesuksesan Arsenal berpilar pada tiga elemen.

Pertama adalah visi David Dein, salah satu anggota dewan direktur Arsenal yang belum lama ini mengundurkan diri. Dialah yang membawa Arsene Wenger ke Arsenal, mencomotnya dari Nagoya Grampus Eight di belantara persepakbolaan Jepang. Tak ada yang mendukung tindakannya, tak ada yang menyatakan persetujuannya, namun toh ia tak peduli. Ia melihat kualitas yang tidak dilihat orang lain. Ia tahu Wenger seorang pelatih yang cerdas dengan kemampuan di atas rata-rata. Dalam kalimat Henry, "Dein adalah pusar yang menghubungkan pemain dan pelatih dengan dewan direktur."

Perebutan kekuasaan di tubuh klub membuatnya tersingkir. Dukungan Dein untuk Stan Kroenke, pengusaha Amerika yang memegang saham terbesar di Arsenal, membuatnya dimusuhi oleh sesama anggota dewan yang ingin membatasi pengaruh Kroenke. Dein melihat suntikan dana dari Kroenke merupakan hal yang esensial untuk menyuburkan kesuksesan Arsenal dan meningkatkan kemampuan bersaing Arsenal melawan klub besar Eropa maupun Inggris.

Kedua, tentu saja Wenger. Ialah arsitek di lapangan. Ia berulangkali mengeluhkan minimnya dana yang dipunyai klub untuk bersaing dengan klub lain. Ia mempunyai kemampuan hebat untuk memoles pemain tak dikenal dari pelosok penjuru dunia untuk menjadi bintang. Tetapi ia tidak bisa melakukan itu selamanya. Dan keterpurukan Arsenal di musim lalu hanya memperkuat kekhawatirannya akan ketertinggalan Arsenal dari klub lain, kecuali ada suntikan dana yang cukup.

Mundurnya Dein yang menjadi sekondan utamanya di dewan direktur membuatnya enggan memastikan perpanjangan kontrak. Ia tinggal mempunyai kontrak untuk satu musim kompetisi lagi. Dan ini jelas membuat pemain muda ataupun kaliber dunia berpikir dua kali untuk pindah ke Arsenal. Buat apa, toh Wenger akan pergi dalam satu tahun lagi.

Kembali mengutip Henry: "Tidak ada individu yang lebih besar dari klub. Namun kalaupun ada, maka Dein dan Wenger jelas masuk dalam kategori itu."

Elemen ketiga tentu saja pemain. Dan Henry seperti saya kemukakan adalah maskot dan personifikasi kesuksesan di lapangan. Khawatir dua elemen kesuksesan hengkang, iapun ikut hengkang terlebih dahulu.

Bayangkan Arsenal setahun ke depan, tanpa David Dein, tanpa Arsene Wenger, tanpa Thierry Henry. Dewan direktur Arsenal harus bekerja lebih keras untuk menjaga agar kapal tidak tenggelam. Karena oleng dan bocor tampaknya sudah hampir pasti.

Sumber : BeritaBola.Com
READ MORE -

Roma - Dua klub elit menginginkan dirinya, tapi Cristian Chivu sudah punya kecenderungan memilih yang mana. Ketimbang Inter Milan, bek internasional Rumania itu lebih condong ke Barcelona.

Demikian sinyalemen yang disampaikan agen Ernesto Bronzetti, agen internasional yang menjadi mediator negosiasi antara AS Roma selaku pemilik Chivu dengan klub-klub yang mengincar pemain berusia 26 tahun itu.

Semula Chivu santer dikabarkan bakal direkrut Nerazzurri, tapi belakangan El Barca masuk bursa dan memberi penawaran yang memikat terutama untuk si pemain -- dan juga Roma.

"Chivu lebih berat ke Barcelona," ungkap Bronzetti kepada Centro Suono Sport dikutip Channel4, Selasa (26/6/2007). "Saya tak percaya Inter favorit memperoleh pemain ini. Barcelona datang ke Roma untuk bernegosiasi dengan Chivu, dan ofisial roma menyadari itu."

Ia menambahkan manajemen Barca sedang menunggu finalisasi hal-hal detil dengan agen Chivu, dan kesepakatan di antara roma dan klub raksasa Spanyol itu diperkirakan mudah tercapai.

Bronzetti menyangkal bahwa Real Madrid juga tertarik merekrut jebolan Ajax Amsterdam itu. Chivu memang mengidolakan Fabio Capello, tapi nasib pelatih Italia di Santiago Bernabeu belum jelas, apakah dipertahankan atau tidak.

Menyangkut Barca, klub ini disebutkan menawarkan Ludovic Giuly, Silvinho atau Juliano Belletti sebagai bonus transfer Chivu ke Nou Camp. Tergantung pelatih Giallorossi Luciano Spalletti menyukai yang mana dari ketiga pemain tersebut.

Sementara itu pihak Roma juga mulai merespons aktif ketertarikan Barcelona pada pemain andalannya itu. Direktur sport Daniele Prade dilaporkan sedang menuju ke Negeri Matador untuk menyimak langsung penawaran terbaru Barca buat Chivu.
READ MORE -

Eriksson Tunggu Thaksin


Manchester - Pelatih top Sven Goran Eriksson dikabarkan setuju mengikat kontrak dengan Manchester City sebagai pengganti Stuart Pearce. Namun ia masih menunggu Thaksin Shinawatra.

Dilaporkan Sky Sport, Selasa (26/6/2007), pelatih asal Swedia itu secara prinsip telah mengisyaratkan akan menandatangani kontrak tiga tahun sebagai arsitek baru City.

Namun pihak klub belum mau merilis nama manajer baru mereka sampai proses pembelian City oleh Thaksin rampung, karena hal itulah yang masih dinantikan Eriksson.


Mantan perdana menteri Thailand itu diharapkan memenuhi dulu syarat mengakuisi klub di bursa saham, yakni membeli minimal 75 persen saham. Saat ini ia baru menjanjikan 55,9%, dan dalam waktu 48 jam diperkirakan menaikkannya menjadi 65,8%.


Dalam kampanyenya Thaksin memang membidik nama-nama beken untuk menukangi The Citizens, termasuk Eriksson. Ia juga kabarnya menyiapkan anggaran belanja pemain sebesar 50 juta poundsterling.

Eriksson, 59, "menganggur" sejak mundur sebagai pelatih timnas Inggris pasca Piala Dunia 2006, di mana The Three Lions tersingkir di babak perempatfinal dari Portugal.


Sebelum direkrut Inggris pada 2001, ia pernah melatih antara lain IFK Gotenberg, Benfica, Roma, Fiorentina, Sampdoria, dan Lazio. Jika jadi bergabung dengan City, ia langsung mengincar asisten timnas Swedia Roland Andersson sebagai pembantunya di City of Manchester Stadium.

Sumber : BeritaBola.Com
READ MORE - Eriksson Tunggu Thaksin