Jumat, 14 September 2007

Real Bujuk Ballack (Lagi)


MichaelBallack-Yates-koMadrid - Melihat kesempatan manggaet Michael Ballack kembali terbuka, Real Madrid pun bergerak cepat. Bujuk rayu pun dilancarkan untuk membawa gelandang Chelsea itu ke Bernabeu.

Seperti diketahui Ballack benar-benar dikecewakan Chelsea. Bukan hanya karena namanya tak masuk dalam skuad Liga Champions, kesempatan untuk berfoto bersama timnas Jerman pun dilarang.

Tak salah jika mantan gelandang Bayern Munich dan Bayer Leverkusen itu uring-uringan. Spekulasi yang mengabarkan Ballack akan segera hengkang dari Stamford Bridge pun mengemuka.

Kabar itulah yang langsung ditindaklanjuti oleh pihak Real Madrid, dengan membuka kesempatan pemain berusia 32 tahun itu berlabuh di Bernabeu.

"Pintu kami tidak akan tertutup untuk Ballack. Kemampuan sepakbolanya selalu ada disana, dan akan masih bertahan untuk enam bulan ke depan," terang Bernd Schuster kepada majalah olahraga Jerman Kicker.

Namun pelatih Real Madrid itu mengungkapkan harus ada yang dikorbankan oleh Ballack jika ingin hengkang dari Chelsea dan bergabung ke Madrid. Apa itu?

"Gaji. Ia memiliki kontrak spesial di Chelsea, seperti kesepakatan bayaran yang bisa membuat budget pengeluaran kami meledak. Tak ada pemain di eal yang mendapat bayaran sepertinya dan kami tidak ingin membuat preseden," lanjut Schuster.

Jika Ballack mau sedikit menurunkan gajinya, bukan tidak mungikin Real Madrid, atau raksasa Eropa lainnya, bisa menggaetnya Januari nanti. Selain itu, tim manapun yang berlaga di Liga Champions bisa memakai jasanya karena tidak diikutsertakannya Ballack dalam list skuad Liga Champions Chelsea.
READ MORE - Real Bujuk Ballack (Lagi)

Gilardino Panen Dukungan


Dalam kondisi terjatuh sekalipun, Gilardino masih mendapat dukungan rekannya (AFP)Milan - Banyak pihak bersimpati melihat Alberto Gilardino tak juga menunjukkan performa terbaiknya. Alhasil striker AC Milan itupun mendapat segudang dukungan moral.

Tidak ada yang menyangkal jika Gilardino tak setajam kala bermain untuk Parma. Ekspektasi besar padanya hanya bisa dibalas dengan 17 gol saja sejak Juli dua tahun silam.

Kondisi ini banyak diperkirakan mempengaruhi psikis Gilardino. Faktor itulah yang membuat rekan-rekannya di Il Diavolo Rossi tergerak untuk membantunya.

"Kami sepenuhnya berada dibelakangnya karena ia adalah striker yang memiliki kharakteristik unik," ujar sang kapten Paolo Maldini kepada SkySport.

"Ia harus lebih tenang mengingat ia mendapat dukungan melimpah dari seluruh tim dan barisan staff klub ini."

Senada dengan bek vetaran Milan itu, Daniele Bonera juga berharap Gilardino bisa lebih nyantai agar bisa kembali ke performanya terdahulu.

"Banyak orang yang memperhatikan kegagalannya mencetak gol, tapi ia bermain bagus saat melawan Fiorentina dan ia butuh pengakuan atas apa yang telah dilakukannya," tegas Bonera.

Sekarang tinggal Gilardino yang harus menjawab kepercayaan itu. Mengingat jumlah gol yang menjadi patokan sukses seorang striker, maka ia harus mampu memberi banyak gol jika tidak ingin tersingkir dari skuad utama Milan.
READ MORE - Gilardino Panen Dukungan

Rocha: Kami Kurang Beruntung


img_rocha-1Dengan menghabiskan dana lebih dari 40 juta pound di bursa transfer musim panas lalu untuk memboyong sejumlah pemain bintang muda, seperti Gareth Bale, Younes Kaboul, dan Darren Bent, wajar jika Tottenham Hotspur mendapat ekspektasi yang lebih di musim ini.

Karena itu, sedikit yang menyangka jika akhirnya tim asuhan Martin Jol itu bakal dua kali tumbang berturut-turut di awal musim ini, termasuk kekalahan yang diderita dari tim ‘anak bawang” Sunderland di partai pembuka, 11 Agustus lalu. “Saya pikir, memang benar, kami memulai kampanye di liga musim ini dengan sangat buruk,” aku Ricardo Rocha seperti yang dikutip di situs resmi klub.

Namun, “Kami sebenarnya kurang beruntung di partai pertama: kebobolan di injury time. Sementara, di partai kedua (Spurs ditundukkan Everton 1-3) kami mampu tampil baik. Meski tertinggal dengan cepat, kami mampu menyamakan kedudukan. Sayang, mereka mampu mencetak dua gol tambahan. Kami pun telah berbuat semaksimal mungkin untuk mengejar desifit dua gol itu. Tapi, harus saya akui, lini pertahanan The Toffees tampil sangat baik,” aku Rocha.

Setelah mampu mengalahkan Derby County di White Hart Lane, Spurs kembali gagal meraih poin maksimal saat mengunjungi juara bertahan Manchester United dan Fulham. Di Old Trafford, Keane dkk kalah 0-1. Sementara di Craven Cottage, meski telah tertinggal 1-3, The Cottagers mampu mencuri poin dari Spurs.

“Ketika partai menjamu Derby County, kami benar-benar fokus dan konsentrasi. Sebab, partai itu jadi sangat penting artinya bagi kami. Setelah itu (Spurs menang 4-0), kami berkunjung ke MU. Sebenarnya kami tampil sangat baik. Sayang, kami kembali dijauhi faktor keberuntungan. Kami punya sejumlah peluang dan klaim penalti. Saya pikir kami pantas meraih hasil lebih. Tapi, itulah sepakbola,” kilah Rocha.
READ MORE - Rocha: Kami Kurang Beruntung

Minggu, 09 September 2007

Inggris Ungguli Israel 3-0


SWPGarethBarry-bbcLondon - Inggris tampil meyakinkan saat menjamu Israel dalam lanjutan kualifikasi Euro 2008. Meski dihantam cedera pemain The Three Lions meraih kemenangan telak 3-0.

Kemenangan ini mengantar Inggris naik dua peringkat ke posisi dua klasemen Grup E dengan poin 17 atau tertinggal satu poin dari Rusia yang pada pertandingan lain juga menang 3-0 atas Maccedonia. Namun posisi John Terry cs bisa kembali turun ke urutan tiga jika Kroasia mampu menundukkan Estonia yang baru akan bertanding beberapa jam lagi.

Sementara Israel kini turun ke posisi empat dengan koleksi poin 17. Peluang melangkah ke Autria-Swis pun makin kecil karena mereka sudah melakoni sembilan pertandingan, sementara Inggris, Russia dan Kroasia baru delapan laga.

Meski di klasemen Grup E Israel berada di posisi dua klasemen dan unggul dua strip atas Inggris, namun di Wembley, Sabtu (8/9/2007), yang terjadi jauh berbeda. Dihantui banyak cedera pemain, Inggris tampil sangat dominan dengan mengandalkan duet striker Michael Owen dan Emile Heskey.

Di awal pertandingan saja Heskey punya dua peluang. Tendangannya dari dalam kotak penalti meneruskan umpan pendek Owen melayang jauh di atas mistar, sementara tandukannya mencoba menyambar tendangan sudut Steven Gerrard melenceng dari sasaran.

Tekanan demi tekanan yang dilancarkan tuan rumah baru membuahkan hasil di menit 20. Crossing Joe Cole dari sisi kiri ke tiang jauh berhasil disambar Shaun Wright Phillips yang lolos dari jebakan offside, 1-0 Inggris memimpin.

Setelah tendangan Ashley Cole dimentahkan kiper Dudu Aouate, dua gempuran Inggris lainnya melalui Owen juga urung berujung gol. Mendapat bola dari Joe Cole di muka gawang, sepakan Owen dari jarak dekat membentur wajah Aouate, sementara bola rebound yang disambarnya cuma melayang ke atas mistar gawang.

Usaha menggandakan keunggulan baru tercipta di lima menit babak kedua. Melepaskan tendangan dari luar kotak penalti sambil membalikkan badan, Owen membuat publik Wembley bergemuruh saat bola sepakannya bersarang di kanan atas jala Israel.

Memasuki menit 66 Inggris menambah jumlah golnya, kali ini nama Micah Richards yang tercatat di daftar pencetak gol melalui tandukan kepalanya meneruskan tendangan bebas Gareth Barry.

Jelang akhir pertandingan Owen nyaris mencetak gol keduanya. Lolos dari kawalan bek lawan, Owen sukses melewati kiper Dudu Aouate, sayang sepakan mendatarnya ke gawang yang kosong bisa diantisipasi Yossi Benayoun.

Susunan Pemain
Israel: Dudu Aouate, Tal Ben-Haim, Ariel Benado (Golan '57), Shimon Gershon, Yuval Spungin, Yoav Ziv, Walid Badir, Yossi Benayoun, Idan Tal, Barach Itzhaki (Tamuz '46), Yaniv Katan (Zandberg '73)

Inggris: Paul Robinson, Ashley Cole, Rio Ferdinand, Micah Richards, John Terry, Gareth Barry, Joe Cole, Steven Gerrard (Neville '71), Shaun Wright-Phillips (Bentley '83), Emile Heskey (Johnson '73), Michael Owen
READ MORE - Inggris Ungguli Israel 3-0

Klose Kokohkan Der Panzer

MiroslavKlose-BBC-Getty-koCardiff - Laju kemenangan Jerman belum terhadang. Lewat dua gol Miroslav Klose tanpa balas, Wales pun menjadi pesakitan Der Panzer di Millenium Cardiff, Minggu (9/9/2007) dinihari.

Hasil ini tentunya semakin memantapkan posisi Jerman di puncak klasemen grup D. Total hingga laga kedelapan, 22 poin sudah dikumpulkan, hasil dari tujuh kemenangan dan satu kali seri. Sementara Wales semakin terpuruk dengan tetap mengumpulkan tujuh poin hingga saat ini.

Jerman sendiri tak butuh waktu lama untuk mencetak gol. Pada penampilan ke-70-nya bersama timnas, Klose tanpa kesulitan menjebol gawang Wayne Robert Hennessey lewat tendangan kaki kanannya di menit kelima.

Skor kembali berubah setelah pertandingan berjalan satu jam. Kali ini Klose mengandalkan kepalanya untuk menggandakan kedudukan, memanfaatkan crossing Roberto Hilbert. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Ceko Masih Kuntit Jerman

Raihan tiga poin juga dibukukan Rep Ceko yang berlaga di stadon Olimpico, Serravalle. San Marino menjadi tim yang tersungkur setelah menelan pil pahit dengan kekalahan telak 3-0.

Tomas Rosicky, Marek Jankulovski dan Jan Koller menjadi trio pencetak gol bagi Rep Ceko di menit 33, 75 dan masa injury time babak kedua.

Dengan demikian, tambahan tiga poin membuat Rep Ceko masih menghuni tempat kedua di klasemen grup D dengan 17 poin. Namun posisi mereka masih belum aman mengingat Rep Irlandia juga mencuri poin di kandang lawan, meski tidak maksimal.

Adalah Marek Cech yang menjadi pemupus kemenangan Irlandia di di stadion Tehelne Pole, Bratislava, kandang Slovakia. Tendangannya yang berujung gol di masa injury time memaksa Irlandia harus puas dengan satu poin.

Sebelumnya Irlandia sempat memimpin lewat gol Stephen Ireland di menit ketujuh sebelum disamakan Maros Klimpi 30 menit kemudian. Kevin Doyle membuat tim tamu kembali memimpin di menit 57 sebelum akhirnya disamakan Cech.

Dengan demikian pembagian satu angka ini membuat laju poin kedua tim sedikit terhambat. Irlandia tetap di posisi tiga dengan 14 poin, sementara Slovakia menguntit di posisi empat dengan 10 angka.
READ MORE - Klose Kokohkan Der Panzer

Evra 'Diancam' Fergie

AFP/Andrew YatesMilan - Patrice Evra berangkat ke kualifikasi Euro 2008 untuk memperkuat Prancis dengan perasaan serba salah. Apalagi ada 'ancaman' tidak usah lagi berlatih bersama Manchester United.

Saat ini Les Bleus ada di puncak klasemen sementara Grup B. Demi terus memelihara peluang lolos ke Swis-Austria tahun depan, kemenangan wajib diraih saat berhadapan dengan Italia akhir pekan ini dan Skotlandia pada pertengahan pekan depan.

Khusus untuk laga menghadapi Skotlandia, Evra mendapat pesan dari manajernya di MU, Sir Alex Ferguson, yang kebetulan juga berasal dari Skotlandia.

"Saya sempat berbincang dengan Sir Alex beberapa saat sebelum saya pergi ke Prancis untuk partai kualifikasi. Dia mendoakan saya yang terbaik, bilang agar bermain dan membuat diri saya sendiri bangga, kemudian mengatakan satu pesan terakhir.

"Dia bilang, 'Jangan berani-berani mengalahkan Skotlandia. Saya tidak ingin kamu kembali kesini lagi kalau berani melakukannya'," beber Evra seperti diberitakan situs resmi MU, Sabtu (8/9/2007).

Ucapan yang terlontar dari Fergie menang tidak diniatkan sebagai sebuah hal yang serius. Namun hal itu tak urung tetap bikin Evra jadi serba salah.

"Kami lantas bercanda tentang partai nanti tetapi saya perasaan saya mengatakan saya tidak bisa menang. Kalau saya kembali setelah memenangkan pertandingan, dia tidak bakal senang. Namun kalau saya kalah dia pasti bakal terus-terusan mencandai saya," tandas Evra.
READ MORE - Evra 'Diancam' Fergie

Ajaib, Matrix Sembuh Lebih Cepat


AFP/Giuseppe CacaceMilan - Keajaiban memang ada di dunia ini. Salah satu bukti adalah bek Marco Materazzi yang sembuh lebih cepat dari cedera yang membuatnya diperkirakan absen hingga awal tahun nanti.

Materazzi memang mengalami sial beberapa waktu lalu. Saat membela Italia di pertandingan ujicoba melawan Hongaria 23 Agustus lalu, pemain yang akrab disapa Matrix ini mengakhiri laga sebelum waktunya.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan Matrix mengalami cedera paha parah. Namun dalam tes lanjutan menunjukkan bek Inter ini mengalami pendarahan dalam pada cederanya, kondisi yang membuatnya terancam absen hingga awal tahun nanti.

Akan tetapi berjalannya waktu membuat cedera tersebut berangsur-angsur pulih. Bahkan kabarnya cedera Materazzi itu tak segawat sebelumnya.

"Saya melakukan tes dan foto X-Ray kemarin. Hasilnya saya akan tampil, mungkin 30 hingga 40 hari nanti," tegas Matrix seperti dilansir Football Italia, Sabtu (8/9/2007).

Sebuah kejutan tentunya, mengingat prediksi awal Materazzi harus absen hingga Januari nanti. Namun dengan kondisi sekarang ini, perkiraan pun berubah. Spekulasi pun menyebutkan Matrix bisa tampil membela Inter saat melawan Palermo 29 Oktober nanti, atau laga kandang melawan Genoa.
READ MORE - Ajaib, Matrix Sembuh Lebih Cepat